dirapel semua rangkuman dari setiap pertemuan hari ini...
but ngebut... *maaf ya pak, sebagian besar resume dibagian yang ini bersumber dari google.
Pada bagian ini, saya akan membahas tentang Metode Ilmiah dan Perkembangan Ilmu Pengetahuan.
Let's Go...
Metode ilmiah
Metode Ilimiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.
Langkah-langkah Operasional Metode Ilmiah :
- Perumusan masalah
- Penyusunan hipotesis
- Pengujian hipotesis
- Penarikan kesimpulan
Bagian dari Metode Ilmiah :
- Pertanyaan
- Hipotesis
- Variabel bebas
- Variabel terikat
- Variabel kontrol
- Grup kontrol
- Data
- Kesimpulan
- Mempublikasikan hasil
- Diuji ulang (oleh peneliti yang lain)
B. Perkembangan Ilmu
Pengetahuan
Perkembangan
ilmu pengetahuan (science) dimulai dari era Pra Yunani Kuno atau zaman purba
sampai zaman kontemporer. yaitu:
1.
Zaman Pra Yunani Kuno (Zaman Purba)
Pada
era ini, secara umum terbagi menjadi tiga fase, yaitu: Zaman Batu Tua (masa
prasejarah, era ini berlangsung sekitar empat juta tahun SM (sebelum Masehi)
sampai 20.000 atau 10.000 tahun SM), Zaman Batu Muda (berlangsung tahun 10.000
SM sampai 2.000 SM atau abad 100 sampai 20 SM) dan Zaman Logam (berlangsung
dari abad 20 SM sampai abad 6 SM).
2.
Zaman Yunani Kuno
Menurut Bertrand Russel, diantara semua
sejarah, tak ada yang begitu mencengangkan atau begitu sulit diterangkan selain
lahirnya peradaban di Yunani secara mendadak. Memang banyak unsur peradaban
yang telah ada ribuan tahun di Mesir dan Mesopotamia. Namun unsur-unsur
tertentu belum utuh sampai kemudian bangsa Yunanilah yang
menyempurnakannya.[14] Zaman ini berlangsung dari abad 6 SM sampai dengan
sekitar abad 6 M. Zaman ini menggunakan sikap an inquiring attitude (suatu
sikap yang senang menyelidiki sesuatu secara kritis), dan tidak menerima
pengalaman yang didasarkan pada sikap receptive attitude (sikap menerima segitu
saja). Sehingga pada zaman ini filsafat tumbuh dengan subur. Yunani mencapai
puncak kejayaannya atau zaman keemasannya.
Pada
zaman ini banyak bermunculan ilmuwan terkemuka. Ada beberapa nama yang popular
pada masa ini, yaitu :
a.
Thales (624-545 SM)
b.
Pythagoras (580 SM–500 SM)
c.
Socrates (469 SM-399 SM)
d.
Plato (427 SM-347 SM)
e. Aristoteles (384 SM-
322 SM)
3.
Zaman Pertengahan
Zaman ini masih berhubungan dengan zaman
sebelumnya. Karena awal mula zaman ini pada abad 6 M sampai sekitar abad 14 M.
Zaman ini disebut dengan zaman kegelapan (The Dark Ages). Zaman ini ditandai
dengan tampilnya pada Theolog di lapangan ilmu pengetahuan. Sehingga para
ilmuwan yang ada pada zaman ini hampir semua adalah para Theolog. Begitu pula
dengan aktifitas keilmuan yang mereka lakukan harus berdasar atau mendukung
kepada agama. Ataupun dengan kata lain aktivitas ilmiah terkait erat dengan
aktivitas keagamaan. Pada zaman ini filsafat sering dikenal dengan sebagai
Anchilla Theologiae (Pengabdi Agama). Selain itu, yang menjadi ciri khas pada
masa ini adalah dipakainya karya-karya Aristoteles dan Kitab Suci sebagai pegangan.
Ketika Bangsa Eropa mangalami masa
kegelapan, kebangkitan justru menjadi milik Islam. Hal ini dimulai dari
munculnya Nabi Muhammad SAW pada abad ke-6 M, perluasan wilayah, pembinaan
hukum serta penerjemahan filsafat Yunani, dan kemajuan ilmu pengetahuan Islam
pada abad ke-7 M sampai abad ke-12 M. Pada masa ini Islam mandapatkan masa
keemasannya (Golden Age).
Selain
itu, pada abad ini terjadi perkembangan kebudayaan di Asia Selatan dan Timur,
seperti Ajaran Lao Tse (menjaga keharmonisan dengan alam) dan Confucius (konsep
kode etik luhur mangatur akal sehat). Pada masa kegelapan ini ilmu pengetahuan
di Eropa tidak berkembang. Karya ilmuwan yang masih menjadi pegangan hanya
karya Aristoteles. Pada abad 12 M, yang diklaim sebagai awal mula zaman Renaissance
telah muncul beberapa nama yang mempelopori di bidang ilmu dan eksperimen.
4.
Zaman Renaissance
Zaman ini berlangsung pada awal abad 14
M sampai dengan abad 17 M. Renaissance sering diartikan denagn kebangkitan,
peralihan, atau lahir kembali (rebirth), yaitu di lahirkan kembali sebagai
manusia yang bebas untuk berpikir , dan jauh dari ajaran-ajaran agama.
Tokoh-tokoh
ilmuwan yang berpengaruh di masa ini ialah sebagai berikut :
a.
Nicolaus Capernicus (1473 M-1543 M)
b.
Galileo Galilei (1564 M-1642 M)
c.
Tycho Brahe (1546 M-1601 M)
d.
Johannes Kepler (1571 M-1630 M)
e.
Fancies Bacon (1561 M-1626 M)
5.
Zaman Modern
Zaman ini sebenarnya sudah terintis
mulai dari abad 15 M. Tetapi, indikator yang nyata terlihat jelas pada abad 17
M dan berlangsung hingga abad 20 M. Hal ini ditandai dengan ditandai dengan
adanya penemuan-penemuan dalam bidang ilmiah. Menurut Slamet Iman Sontoso, ada
tiga sumber pokok yang menyebabkan berkembangnya ilmu pengetahuan di Eropa
dengan pesat, yaitu hubungan antara kerajaan Islam di Semenanjung Liberia
dengan negara Perancis, terjadinya Perang Salib dari tahun 1100-1300, dan
jatuhnya Istambul ke tangan Turki pada tahun 1453.
6.
Zaman Kontemporer
Zaman
ini bermula dari abad 20 M dan masih berlangsung hingga saat ini. Zaman ini ditandai
dengan adanya teknologi-teknologi canggih, dan spesialisasi ilmu-ilmu yang
semakin tajam dan mendalam. Pada zaman ini bidang fisika menempati kedudukan
paling tinggi dan banyak dibicarakan oleh para filsuf. Hal ini disebabkan
karena fisika dipandang sebagai dasar ilmu pengetahuan yang subjek materinya
mengandung unsur-unsur fundamental yang membentuk alam semesta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar