Kamis, 28 Februari 2013

[Resume] Pertemuan ke-2 KPST

Sepertinya  pada setiap pertemuan matakuliah KPST, akan ada tugas rangkuman terus di blog ni. Amazing sekali, menurut saya, hal ini dapat membuat mahasiswa dapat mengingat dan merangkum apa-apa saja yang telah dipelajarinya pada matakuliah ini. Tapi, akan jadi percuma jika ada yang hanya meng’copas (copy – paste) saja. Tapi menurut saya, boleh lah sekali-sekali jika hanya buat referensi dan asal jangan sama persis. Jika sama persis plagiat namanya. Jangan jadi plagiat ya teman, ada UUD hak cipta lho. Hhehe... ^^

Sebenarnya pada pertemuan ini, saya kurang konsentrasi dalam menerima materinya. Pertama karena banyak menggunakan Bahasa Inggris dan perut saya sedang lapar, udah gitu ada yang ngajak ngobrol lagi. Haduh haduh...

Ya... mari kita mulai pembahasan pada pertemuan minggu kedua tentang Critical Thinking dan Argumen-Statement pada matakuliah Konsep Pengembangan Sains dan Teknologi.

Yang dibahas pada pertemuan kali ini adalah tentang tugas pertama yang melalui E-learning kampus, yaitu membahas BAB 1 pada buku Bowell  Kemp - Critical Thinking A Concise Guide_ 3rd Edition. Pada BAB ini kita diperkenalkan dengan istilah-istilah seperti argumen, premis, statement, kesimpulan, retorik, dan lain sebagainnya.

1. Pengertian Argumen
Argumen adalah diskusi yang melibatkan sudut pandang yang bertentangan atau demonstrasi bukti dengan menggunakan alasan logis untuk memengaruhi (wikipedia).


2. Pengertian Statemen
Statemen adalah pernyataan yang dikeluarkan oleh seseorang yang belum tentu benar keteranganya.


3. Pengertian dan Contoh Premis
ialah pernyataan yang digunakan sebagai dasar penarikan kesimpulan. Merupakan kesimpulan yang ditarik berdasarkan premis mayor dan premis minor. Subjek pada kesimpulan itu merupakan term minor. Term menengah menghubungkan term mayor dengan term minor dan tidak boleh terdapat pada kesimpulan. Perlu diketahui, term ialah suatu kata atau kelompok kata yang menempati fungsi subjek (S) atau predikat (P).
Contoh:
(1) Semua cendekiawan adalah manusia pemikir
(2) Semua ahli filsafat adalah cendekiawan
(3) Semua ahli filsafat adalah manusia pemikir.


4. Pengertian Retorik / Retorika
Retorika (dari bahasa Yunani ῥήτωρ, rhêtôr, orator, teacher) adalah sebuah teknik pembujuk-rayuan secara persuasi untuk menghasilkan bujukan dengan melalui karakter pembicara, emosional atau argumen (logo), awalnya Aristoteles mencetuskan dalam sebuah dialog sebelum The Rhetoric dengan judul 'Grullos' atau Plato menulis dalam Gorgias, secara umum ialah seni manipulatif atau teknik persuasi politik yang bersifat transaksional dengan menggunakan lambang untuk mengidentifikasi pembicara dengan pendengar melalui pidato, persuader dan yang dipersuasi saling bekerja sama dalam merumuskan nilai, keprcayaan dan pengharapan mereka. Ini yang dikatakan Kenneth Burke (1969) sebagai konsubstansialitas dengan penggunaan media oral atau tertulis, bagaimanapun, definisi dari retorika telah berkembang jauh sejak retorika naik sebagai bahan studi di universitas. Dengan ini, ada perbedaan antara retorika klasik (dengan definisi yang sudah disebutkan di atas) dan praktik kontemporer dari retorika yang termasuk analisis atas teks tertulis dan visual.
Dalam doktrin retorika Aristoteles terdapat tiga teknis alat persuasi politik yaitu deliberatif, forensik dan demonstratif. Retorika deliberatif memfokuskan diri pada apa yang akan terjadi dikemudian bila diterapkan sebuah kebijakan saat sekarang. Retorika forensik lebih memfokuskan pada sifat yuridis dan berfokus pada apa yang terjadi pada masa lalu untuk menunjukkan bersalah atau tidak, pertanggungjawaban atau ganjaran. Retorika demonstartif memfokuskan pada epideiktik, wacana memuji atau penistaan dengan tujuan memperkuat sifat baik atau sifat buruk seseorang, lembaga maupun gagasan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar